Halaman

GNSS JAVAD Triumph 1 sebagai Alternatif Survei Hidrografi

Integrasi receiver GNSS JAVAD Triumph 1 dengan Odom Hydrotrac dalam pengukuran survei batimetri dilakukan untuk meningkatkan akurasi dalam penentuan posisi horisontal

Logam Emas

Karakteristik mineral logam emas dalam bidang pertambangan dan proses pemurniannya menghasilkan emas murni.

Toponimi

Toponimi merupakan ilmu yang mempelajari tentang penamaan unsur-unsur rupabumi/topografi

Tampilkan postingan dengan label Geographyc Information System. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geographyc Information System. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2013

Skala GEMPA MMI vs Richter?


MMI yaitu Mercalli Modify Intencity. Pada sebelumnya, satuan gempa dinyatakan dengan skala Mercalli (orang Italia), yang terbagi menjadi 12 skala. Skala ini dimodifikasi pada tahun 1931 oleh ahli gempa H. Wood dan F Neumann. Biasanya, skala MMI digunakan pada area yang tidak terdapat Seismograf. Skala MMI adalah sebagai berikut :

1.Tidak terasa
2.Terasa oleh orang yang berada di bangunan tinggi
3.Getaran dirasakan seperti ada kereta yang berat melintas.
4.Getaran dirasakan seperti ada benda berat yang menabrak dinding rumah, benda tergantung bergoyang.
5.Dapat dirasakan di luar rumah, hiasan dinding bergerak, benda kecil di atas rak mampu jatuh.
6.Terasa oleh hampir semua orang, dinding rumah rusak.
7.Dinding pagar yang tidak kuat pecah, orang tidak dapat berjalan/berdiri.
8.Bangunan yang tidak kuat akan mengalami kerusakan.
9.Bangunan yang tidak kuat akan mengalami kerusakan tekuk.
10.Jembatan dan tangga rusak, terjadi tanah longsor.
11.Rel kereta api rusak.
12.Seluruh bangunan hancur dan hancur lebur.

Skala yang diukur oleh alat seismograf umumnya adalah Richter. Skala Richter ditemukan oleh Charles Richter pada tahun 1935. Skala Richter mengukur kuatnya gelombang yang ditimbulkan gempa bumi.


Pada tahun 1979 pakar gempa yang lain yaitu Hiroo Kanamori dan Tom Hanks mencoba mencari jenis skala lain yang dapat mengambarkan kekuatan dan tingkat kerusakan sebuah gempa. Lahirlah skala gempa yang disebut MMS (Moment Magnitude Scale). MMS menyatakan besarnya energi yang dilepaskan oleh sebuah gempa, dan jika di bandingkan dengan skala Richter, maka skala MMS cocok digunakan untuk gempa diatas 3,5 Skala Richter.

Banyak satuan untuk mengukur gempa bumi yang lainnya,namun kesemuanya menyatakan berapa kekuatan yang ditimbulkan, dan yang terpenting adalah apa upaya kita untuk menolong korban gempa bumi tersebut. Sebagai orang geodesi, kita dituntut untuk bisa menganalisis penanggulangan resiko bencana. Resiko bencana maksudnya bukan hanya potensi bencana, tapi termasuk kerentanan dan kapasitasnya.


Rabu, 13 November 2013

Peran SIG di berbagai Bidang

Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan suatu alat bantu dalam menganalisa gejala geosfer. SIG menjadi satu disiplin ilmu yang berkembang pesat saat ini ditengah pesatnya teknologi pemetaan. SIG menjadi dasar bagi para pembuat keputusan untuk membuat sebuah kebijakan yang berhubungan dengan perencaaan tat keruangan suatu wilayah. Beberapa manfaat dari SIG diantaranya adalah

1. Bidang Pendidikan
  • Untuk menentukan lokasi pembangunan sekolah yang tepat
  • Alat bantu pembelajaran geografi di sekolah
2. Bidang Geologi
  • Untuk menentukan keterdapatan lokasi bahan galian
  • Untuk menganalisis penyebaran limbah industri tambang
3. Bidang Sumber Daya Alam
  • Untuk memetakan pola penyebaran SDA dan pemanfaatannya
4. Bidang Transportasi
  • Sebagai bahan analisa perencanaan pembangunan fasilitas transportasi
5. Bidang Militer
  • Untuk memetakan wilayah NKRI dan pemetaan rute-rute perjalanan logistik dan peralatan perang
6. Bidang Ekonomi
  • Untuk menentukan perencanaan pembangunan pasar, bank atau fasilitas ekonomi lainnya
Itulah beberapa manfaat SIG yang diterapkan di berbagai bidang. Masih banyak lagi bidang lain yang memanfaatkan SIG dalam pengelolaannya.

Selasa, 12 November 2013

Sumber Data dan Penggunaan SIG

Sumber Data Spasial
Data spasial yang digunakan untuk SIG dapat diperoleh dari beberapa sumber antara lain:
- Peta Analog
- Data Sistem Penginderaan Jauh
- Data Hasil Pengukuran Lapangan (termasuk GPS)

Tahapan SIG
Secara garis besar, SIG terdiri atas 4 tahapan utama, yakni:
- Tahap Input Data
- Tahap Pengolahan Data
- Tahap Analisis Data
- Tahap Output

Model Aplikasi SIG

Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, system informasi geografis sudah hampir menyentuh seluruh sendi-sendi kehidupan, terutama dalam bidang perencanaan pembangunan, kesehatan, pertanian, militer, social budaya, hingga politik. 

Data Vektor


Model data vektor menampilkan, menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis atau poligon beserta atribut-atributnya.  Bentuk-bentuk tersebut didefinisikan oleh sistem koordinat cartesian dua dimensi (x,y).  Representasi vektor suatu obyek spasial merupakan suatu usaha menyajikan obyek sesempurna mungkin.  Untuk itu, dimensi koordinat diasumsikan bersifat kontinyu (tidak dikuantisasi sebagaimana pada model data raster) yang memungkinkan semua posisi, panjang dan dimensi didefinisikan dengan presisi.


Model Data Vektor Titik
Model data vektor titik meliputi semua obyek geografis yang dikaitkan dengan pasangan koordinat (x,y).  Disamping informasi mengenai koordinat x,y, data-data yang diasosiasikan dengan titik harus disimpan guna menunjukkan jenis titik yang bersangkutan .  Data-data tersebut dapat memuat informasi seperti ukuran tampilan dan orientasi simbol/titik tersebut. 


Model Data Vektor Garis
Model data vektor garis didefinisikan sebagai semua unsur linear yang dibangun dengan menggunakan segmen-segmen garis yang dibentuk oleh dua titik koordinat atau lebih.  Semakin pendek segmen-segmen garis, makin banyak jumlah pasangan-pasangan koordinat (x,y) dan makin halus bentuk kurva yang direpresentasikan.  Korelasi antar data vektor garis yang menunjukkan informasi yang sama (misal; pada jaringan sungai dan jalan) diperlukan suatu simpul penghubung yang disebut dengan node. 

Model Data Vektor Poligon
Struktur model data poligon bertujuan untuk mendeskripsikan properties yang bersifat topologi dari suatu area (bentuk, hubungan/relasi dan hirarki) sedemikian rupa, hingga properties yang dimiliki oleh obyek spasial dapat ditampilkan dan dimanipulasi sebagai peta tematik.  Model data vektor ini merupakan sekumpulan segmen garis yang membentuk kurva tertutup dan dicirikan dengan suatu nilai yang terdapat dalam seluruh luasan atau area kurva.  



Data Raster

Model data raster menampilkan, menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan struktur matriks atau pixel-pixel yang membentuk grid (Prahasta.E, 2001).  Kumpulan pixel-pixel yang menggambar suatu obyek spasial dapat disebut sebagai dataset obyek.  Setiap pixel dalam dataset raster mempunyai informasi atau sekumpulan data yang unik.  Informasi yang terdapat dalam satu pixel dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu data atribut (informasi mengenai obyek, misal: sawah, kebun, pemukiman dll) dan koordinat data yang menunjukkan posisi geometris dari data tersebut.   
Data spasial raster disimpan di dalam layer yang secara fungsionalitas direlasikan dengan unsur-unsur obyek spasialnya (peta).  Akurasi model data ini tergantung pada resolusi atau ukuran dari pixelnya (sel grid) yang mewakili luasan di permukaan bumi.  Contoh model data raster ini adalah citra satelit dan DTM (Digital Terrain Model).  Secara geometrik, struktur model data raster dapat digambarkan sebagai i  kolom dan baris dalam sumbu koordinat x dan y, sedangkan informasi attribute terdapat dalam pixel dapat berupa sumbu z (misal data DTM), atau multi-attribute (n1, n2, n3…n, misal data satelit Landsat ).  Struktur model data raster dapat dilihat dalam gambar berikut ini.

Karakteristik Layer(s) Raster
Sebagai suatu model data, maka data raster juga mempunyai sifat atau karakteristik yang dapat menunjukkan bahwa data tersebut adalah data raster.  Karakteristik-karakteristik model data raster adalah sebagai berikut:
a.       Resolusi; resolusi spasial dapat diartikan sebagai suatu dimensi linear minimum dari satuan jarak geografi terkecil yang dapat direkam oleh data.  Satuan terkecil dalam data raster pada umumnya ditunjukkan oleh panjang sisi suatu bidang bujursangkar pixel.  Semakin luas suatu area di permukaan bumi yang dipresentasikan  oleh ukuran pixel, maka data tersebut beresolusi kecil, sebaliknya jika semakin kecil suatu area di permukaan bumi yang direpresentasikan oleh ukuran pixel, maka dikatakan bahwa data tersebut beresolusi besar.
b.     Orientasi;  Orientasi dalam model data raster dibuat untuk mempresentasikan arah utara grid.  Secara umum, untuk mendapatkan orientasi model data raster dilakukan penghimpitan arah utara grid dengan arah utara sebenarnya pada titik asal dari dataset, yang biasanya adalah titik di bagian kiri atas.
c.    Zone;  Setiap zone pada model data raster adalah sekumpulan lokasi-lokasi yang memperlihatkan nilai/ID yang sama.  Misalnya untuk suatu raster data sawah, maka ID pada tiap pixel sawah akan mempunyai nilai/ID yang sama.
d.     Nilai-nilai;  Nilai adalah item informasi (attribute) yang disimpan dalam sebuah layer untuk setiap pixel.  Sehingga pada ID yang sama pada beberapa pixel dapat mempunyai nilai yang berbeda.
e.  Lokasi;  Lokasi dalam model data raster dapat diidentifikasikan dengan nilai koordinatnya dalam sumbu x,y.  Nilai x dan y ini dapat menunujukkan koordinat bumi dan sangat bergantung pada jenis proyeksi yang digunakan dalam peta.
Sampling Raster
Sampling raster dimaksudkan untuk menentukan pusat atau lokasi data data dalam setiap pixel dalam sebuah dataset model raster.  Penentuan atau penempatan ini disebut dengan sampling.  Sampling dapat dilakukan dengan cara:
a.       Nilai pixel merupakan nilai rata-rata sampling pixel
b.       Nilai pixel berposisi di pusat pixel
c.       Nilai pixel berposisi di sudut pixel
Berikut ini adalah ilustrasi sampling nilai dalam dataset raster


Instalasi ArcGIS 10 SP1 Desktop

Bagi teman-teman semuanya, di laman ini akan saya jelaskan tahapan instalasi ArcGIS 10 SP 1 Desktop. Ini merupakan software crack, bukan software asli dari ESRI. Di folder instalasi terdapat berbagai macam file seperti di bawah ini.


Pilih Folder _new crack -> License Manager 10 -> setup.

Setelah terinstall, masuk ke Desktop Administrator, kemudian Re-read License.
Kemudian install ArcGIS 10 SP1 Desktop dengan file setup yang ada di luar (gambar pertama di atas), proses instalasi akan berjalan.
Setelah selesai instalasi, akan diminta memilih tipe desktop dan Define License Manager


Pilih sesuai gambar di atas, maka instalasi sudah selesai. Jika muncul kotak dialog Desktop Administrator, abaikanlah, klik OK.

Setelah itu, copy and replace file pada folder .../_new crack/_crack/service.txt ke folde .../Program Files/ArcGIS/License10.0/bin
Masuk ke License Administrator, STOP reading license, kemudian READ kembali, lalu klik OK. Anda bisa menjalankan ArcGIS-nya.

Semoga berguna bagi Anda semuanya. Terima Kasih

Mau dapat duit?

Dapatkan Uang dari Internet

PPC Iklan Blogger Indonesia