Halaman

GNSS JAVAD Triumph 1 sebagai Alternatif Survei Hidrografi

Integrasi receiver GNSS JAVAD Triumph 1 dengan Odom Hydrotrac dalam pengukuran survei batimetri dilakukan untuk meningkatkan akurasi dalam penentuan posisi horisontal

Logam Emas

Karakteristik mineral logam emas dalam bidang pertambangan dan proses pemurniannya menghasilkan emas murni.

Toponimi

Toponimi merupakan ilmu yang mempelajari tentang penamaan unsur-unsur rupabumi/topografi

Tampilkan postingan dengan label Geodesy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geodesy. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 April 2014

Rencana Proyek Gua Sriti

Gua merupakan bentukan lorong bawah tanah hasil pelapukan batu gamping yang terjadi selama jutaan tahun. Ornamen-ornamen di dalam gua sangat beragam dan menarik sehingga banyak diantara gua yang dijadikan tempat wisata alam. Lorong gua yang gelap dan berada di bawah tanah memiliki berbagai ancaman bahaya yang bisa terjadi, seperti banjir, runtuhan atap gua, minimnya ketersediaan oksigen, gigitan binatang, dan sebagainya. Ancaman-ancaman tersebut perlu diantisipasi agar dapat melakukan penelusuran dengan aman dan nyaman.
Banjir merupakan ancaman yang paling sering terjadi khususnya di musim penghujan. Kedatangan air yang secara tiba-tiba mampu menenggelamkan orang dan membuat terjebak di dalam gua selama beberapa waktu. Bentukan lorong yang sempit dan terdapatnya ruang besar (chamber) merupakan morfologi gua yang sering membuat orang terjebak di dalamnya, bahkan sampai memakan korban.
Seperti halnya sungai-sungai besar, palem air banyak digunakan untuk melihat seberapa tinggi permukaan air. Hal itu juga bisa digunakan sebagai tanda bahaya atau tidaknya air sungai tersebut sampai meluap dan menimbulkan banjir. Palem air tersebut bisa digunakan di lorong gua sebagai tanda ketinggian air. Dari informasi ketinggian air tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa gua itu bisa dimasuki atau tidak.
Gua Sriti merupakan gua horisontal yang terletak di desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Gua ini dibuka secara resmi menjadi gua wisata sejak Februari 2013. Secara morfologinya, gua ini memiliki tingkat kerawanan banjir yang tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan terdapatnya tiga ruang besar dan dua lorong sempit.

Pada bulan Maret 2013 lalu, gua ini hampir memakan korban karena banjir yang dating secara tiba-tiba. Akan tetapi, korban yang terjebak berhasil diselamatkan. Hal ini merupakan kejadian yang disebabkan oleh alam yang perlu diantisipasi. Oleh karena itu, penulis akan membuat sistem antisipasi banjir dengan penanaman palem air di beberapa titik rawan di gua Sriti. Palem air ini dapat memberikan informasi ketinggian air gua yang menjadi dasar perijinan masuk gua Sriti.

Rabu, 25 Desember 2013

Sejarah Toponimi

Toponim merupakan nama unsur-unsur topografi atau nama unsur geografi, nama geografis atau nama rupa bumi. Toponimi merupakan ilmu tentang penamaan unsur geografi / topografi (rupa bumi) atau totalitas dari toponim dalam satu region.

PBB memberi pedoman atas 6 unsur yang perlu diberi nama :
  • -       Natural landscape features/unsur bentang alam alami
  • -       Populated places and localities/tempat-tempat berpenduduk dan lokalitas lainnya
  • -       Civil/political subdivisions/pembagian pemerintahan dan politik
  • -       Administrative areas/kawasan administrative : taman hutan lindung,suaka margasatwa
  • -       Transportation routes/jalur transportasi : jalan, jalan tol, trails, dsb
  • -       Other constructed features/unsur-unsur yang dibangun lainnya : bandara, pelabuhan, bendungan, monument, gedung, mercusuar, dll

Mengapa PBB berperan dalam hal tersebut :
  • -       Peranan nama rupabumi dalam kehidupan manusia
  • -       Peranan peta sebagai sumber informasi nama rupabumi
  • -       Peranan abjad dalam peta bagi komunikasi antar bangsa


Peranan nama rupabumi dalam kehidupan manusia :
  • -       Begitu manusia dari bangsa nomad mulai menetap maka mereka mulai memberi nama bentang alam yang ada sekitar kehidupan mereka atau yang tampak dari tempat mereka
  • -        Muncul nama-nama pohon atau binatang yang mereka lihat untuk mengidentifikasi lokasi tempat tinggal mereka, misalnya kampung rambutan, pulau babi, kampung merica
  • -    Menciptakan legendadari suatu gunung seperti legenda sangkuriang untuk tangkuban prahu, gunung batok, dll
  • -     Ada bangsa yang telah mengenal symbol seperti bangsa mesir kuno maka peta dan nama ditulis di berbagai media, seperti daun papyrus, marmer, kulit kayu, dan kertas di manusia modern.




Peta dari tablet tanah liat di zaman Mesopotamia (Sungai Eufrat dan Tigris) dan nama-nama tempat dalam abdjad simbol pada masa itu.


Selasa, 17 Desember 2013

Mengenal LIDAR (2)

Apa yang dimaksud dengan Fullwaveform technology pada sistem Lidar dan apa keuntungannya digunakan di Indonesia
Sewaktu pelaksanaan scanning Lidar dengan cara membidikkan sinar laser ke arah obyek dipermukaan tanah, tiap bidikan yang mengenai obyek akan dipantulkan kembali ke laser generatornya, sistem seperti ini disebut leading edge technology. Sehingga dimungkinkan pantulan obyek pertama kembali ke generator yang disebut first return, diikuti sistem pantulan pada obyek terakhir yaitu permukaan tanah, dan return ke generator dan pantulan diantara first dan last return. Sistem seperti ini adalah kebanyakan sistem Lidar pada umumnya. Sistem Lidar lainnya adalah sistem yang disebut Fullwaveform technology, dimana setiap sinar Laser yang dipantulkan dan mengenai obyek akan terus lanjut pada obyek-obyek seterusnya sampai pada pantulan terakhir yang merupakan permukaan tanah. Sehingga setiap range dari bidikan akan mempunyai multiple wave untuk setiap obyek yang dilewati.
Kriteria last return yang berupa permukaan tanah adalah lamanya mengenai obyek yaitu 6 milisecond. Jika sinar laser mengenai obyek lebih dari 6 milisecond maka sinar harus kembali ke generator yang berararti adalah last return.

Komponen sistem Lidar manakah yang menentukan ketelitian hasilnya
Kekuatan pancar sinar Laser dan akurasi waktu laser yang digunakan untuk mengukur waktu tempuh akan menentukan akurasi range laser.  Akurasi GPS /INS akan menentukan akurasi posisi koordinat dan elevasi sensor yang berakibat pada akurasi obyek yang dibidik.

Bisakah Lidar dilakukan pada malam hari atau menembus awan dan wilayah berair di tanah
Pelaksanaan akuisisi Lidar dapat dilakukan pada malam hari karena Lidar menggunakan energi sendiri berupa sinar Laser.  Sinar Laser tidak dapat menembus awan yang merupakan partikel air, berair, dimana sifat sinar Laser tidak dapat menembus badan air.  Dengan demikian apabila bidikan sinar Laser mengenai wilayah berair seperti pantai,danau,sungai lebar,wilayah rawa dsb, maka sinar laser dengan gelombang infrared tidak dapat menembus tubuh air.

Apakah Lidar scanning bisa digunakan untuk Mapping bawah air
Bisa, dimana Lidar menggunakan sinar dengan panjang gelombang tertentu (normalnya sinar biru dengan panjang gelombang 300-400 micron yang dikombinasikan dengan sinar infrared.  Laser dengan menggunakn sinar infrared digunakan untuk mengetahui elevasi permukaan air,sedangkan lidar dengan sinar biru akan menembus tubuh air sampi dengan kedalaman tertentu sampai dengan permukaan dasar perairan. Sehingga kedalaman dasar perairan dapat diketahui untuk dipetakan.


Apa yang dimaksudkan dengan point-cloud,bare-earth dari Lidar
Point cloud merupakan kumulan titik hasil bidikan laser pada Lidar scanning yang telah diolah sehingga mempunyai posisi koordinat dan elevasi sesuai dengan referensinya. Sedangkan Bare-earth adalah point cloud yang telah dipilah hanya pada permukaan tanah saja(titik2 permukaan tanah gundul)

Apa kegunaan foto digital pada Lidar Mapping
a)      Foto digital pada Lidar mapping digunakan untuk :
b)     Melengkapi garis batas permukaan tanah yang mempunyai beda elevasi menyolok seperti garis pertemuan tebing, atau garis pada pematang yang berubah elevasinya secara drastis, yang disebut dengan breakline. Breaklini ini berfungsi untuk membentuk terrain atau garis kontur agar alami.
c)      Sebagai alat kontrol kualitas data Lidar
d)   Sebagai pelengkap data elevasi sekiranya data lidar tidak dapat menembus vegetasi karena lebatnya vegetasi walaupun telah dilakukan cara scanning tertentu seperti cross run.
e)      Sebagai media untuk penggambaran unsur-unsur planimetrik seperti Jalan,sungai,tutupan lahan dsb yang dapat dilakukan secara monoskopik maupun stereoskopik 3D
f)       Sebagai data pelengkap untuk keperluan tertentu karena foto udara dapat menghasilkan Peta Foto yang lebih informatif dibandingkan dengan peta garis.

Bisakah foto digital dilakukan bersamaan sewaktu akuisi data Lidar
Seharusnya foto udara digital dilakukan bersamaan dengan akuisisi Lidar agar lebih efisien dan memperoleh akurasi setara dengan hasil Lidar, yaitu georeferensi menggunakan data GPS/INS

Apakah persyaratan foto digital untuk Lidar Mapping
Sebaiknya foto udara dilakukan berdasarkan persyaratan Fotogrametry normal yaitu foto udara yang mempunyai pertampalan kedepan searah jalur terbang sebesar 60% atau lebih agar mempunyai daerah triplelap, dan pertampaln kesamping sebesar 30%. Tidak boleh terjadi gap antar foto maupun antar jalur terbang karena variasi skala wilayah bergunung.


Bagaimana akuisisi Lidar dan foto digitalnya untuk daerah bergunung
Akuisi lidar bersama foto udara pada wilayah bergunung harus menggunakan sistem management berdasarkan predetermend position yang dikontrol v/h (variasi kecepatan terhadap elevasi terrain) menggunakan GPS komputer navigation.

Bisakah data Lidar mencapai permukaan tanah jika wilayah yang di scanning adalah ber vegetasi cukup lebat
Salah satu perkiraan apakah Laser dapat menembus kelebatan vegetasi atau tidak, bisa dilakukan pemeriksaan dari bawah lingkungan vegetasi,jika seseorang dibawah lingkungan vegetasi masih dapat melihat sinar matahari, berarti Laser juga dapat menembusnya

Apa yang dilakukan jika data Lidar tidak dapat mencapai permukaan tanah

Guna mengantisipasi tidak menembusnya sinar laser pada wilayah bervegetasi lebat, dilakukan Cross-run dengan arah penerbangan yang berbeda, sehingga beaya Lidar Mapping akan tergantung dari sistem akuisisinya yang akan menghasilkan akurasi tersendiri. Dengan beaya yang lebih murah, cross run tidak dilakukan sehingga potensi sinar laser tidak akan mencapai permukaan tanah dan akibatnya data elevasi yang diperoleh terbatas dan akhirnya akan memberikan hasil keluaran yang tidak sempurna. Hanya data2 laser diatas permukaan tanah yang kurang bermanfaat untuk topolah yang diperoleh.  Jika cross run telah dilakukan tetapi memang kelebatan vegetasi tidak dapat ditembus sinar laser,upaya terakhir adalah dengan menambahkan data elevasi secara fotogrametry yaitu dengan pasangan foto udara stereo3D. Ekstraksi tambahan titik elevasi dilakukan oleh sistem menggunakan Algoritma fotogrametry digital(piksel based)

Mengenal LIDAR (Light Detection and Ranging)

Apakah Lidar Mapping

Lidar kependekan dari : Light Detection And Ranging, yang diartikan (secara terjemahan bebas) adalah pengenalan obyek dari udara (airborne) menggunakan sinar (laser) dan pengukuran jarak dari sensor terhadap obyek yang akan dikenali.
Sinar Laser adalah sinar yang mempunyai gelombang tidak tampak Infrared yang mempunyai panjang gelombang sekitar 1000 nanometer, karena spesifikasinya tersebut, maka laser bisa menembus celah dedaunan untuk mencapai permukaan tanah dan dipantulkan kembali untuk ditangkap oleh sensor laser untuk dicatat beda waktu yang digunakan mulai keluar dari sensor sampai kembali ditangkap sensor. Sehingga jarak yang didapat atau disebut dengan Range merupakan separoh waktu pergi-pulang dikalikan dengan kecepatan rambat gelombang Laser yang digunakan. Sinar laser yang digunakan harus tidak berbahaya terhadap mata manusia (eye safe).
Apabila posisi kordinat dan elevasi dari sensor Laser diketahui (dengan technologi GPS/INS), maka setiap obyek yang memantulkan sinar laser tersebut bisa diketahui posisinya dan elevasinya terhadap bidang Referensi yang digunakan.
Sehingga setiap posisi koordinat dan elevasi tersebut bisa digunakan untuk pemetaan, khususnya pemetaan topografi yaitu memanfaatkan elevasi permukaan tanah yang memantulkan sinar laser sewaktu dilakukan scaning. Selanjutnya elevasi setiap titik dipermukaan tanah dapat digunakan untuk menyusun Model Permukaan Digital/MPDyang bermanfaat untuk modelling permukaan wilayah maupun pembuatan garis kontur untuk pemetaan.
Untuk menyajikan gambaran dari detail planimitris permukaan tanah seperti Jalan, Bangunan, Sungai, jalur Transmisi, tutupan lahan seperti jenis vegetasi, wilayah pertanian, perkebunan, budidaya, tambang, wilayah tubuh air dls, dilakukan dengan cara menggambar diatas Foto udara digital sebagai kelengkapan sistem Lidar.



Apa Komponen sistem Lidar

Terdapat 3 komponen utama sistem Lidar yaitu : Laser generator-GPS/INS-Kamera digital.
Laser generator berfungsi untuk membidik obyek dari pesawat terbang dan mengukur waktu tempuh saat membidik obyek . Normalnya dilengkapi dengan unit perekam data. Sinar laser tersebut dibidikan secara tidak lengsung ke obyek diatas tanah, melainkan ditembakan melalui cermin yang digoyang sehingga akan membentuk bidikan kearah kanan-kiri dari sensor. Jika sensor bergerak karena dibawa oleh pesawat, maka hasil bidikan laser generator merupakan kumpulan titik dengan lebar tertentu(normalnya membentuk sudut 60ยบ dari sumbu tegaknya) yang akan membentuk swath(lebar bidikan memanjang sesuai dengan arah gerakan terbang pesawat)GPS/INS digunakan untuk menentukan posisi dan penyimpangan sudut dari arah sumbu X, sumbu Y dan sumbu Z dari Laser generator agar setiap bidikan laser yang mengenai obyek bisa ditentukan koordinatnya(Lintang-Bujur) dan elevasinya dari referensi yang ditetapkan. Kamera digital yaitu kamera yang dapat merekam obyek yang dibidik sinar laser dengan lebar ckupan yang sama dengan cakupan swath sinar laser


Jumat, 13 Desember 2013

Peran Lulusan Geodesi

Bagi para mahasiswa baik yang baru masuk maupun sudah lama tetapi belum mengetahui peran seorang lulusan geodesi, disini saya berbagi kepada adik-adik semua. Hal ini agar adik-adik semua mempunyai pandangan nantinya akan bekerja dimana setelah lulus.

Menurut beberapa spesialisasi ataupun penjurusannya, terdapat beberapa bidang yang dapat menjadi destinasi / tujuan adik-adik, yaitu :

1. Bidang Hidro-Oseanografi
2. Bidang Pertambangan
3. Bidang Pertanahan dan Geospasial
4. Bidang Foto Udara
5. Bidang Lainnya


Bidang Hidro-Oseanografi
Di dalam bidang hidro-oseanografi, seorang geodet (lulusan geodesi) mempunyai peran penting. Di bidang ini, dibutuhkan seorang navigator, survei dalam penentuan posisi dalam pemetaan batimetri (pemetaan kedalaman perairan). Hal yang paling menonjol dalam bidang ini adalah survei batimetri atau survei penentuan kedalaman perairan. Data batimetri ini dapat digunakan dalam perencanaan pembangunan platform pengeboran minyak bumi, perencanaan pembangunan pipa bawah laut, perencanaan dermaga, dan sebagainya.
Saat ini, bidang hidro-oseanografi menjadi salah satu bidang yang menjadi incaran para lulusan geodesi. Selain gaji yang cukup menjanjikan, juga pengalaman berkunjung di perairan negeri tetangga pun menjadi daya tarik tersendiri. Akan tetapi, resiko yang biasa muncul adalah kebosanan dan rasa kangen terhadap keluarga di rumah (tergantung pribadi masing-masing).

Bidang Pertambangan
Selain hidro, bidang yang tidak kalah menarik adalah bidang pertambangan. Jelas terlihat dalam bidang ini untuk peran seorang geodet. Pertambangan dimulai dari survei awal, eksplorasi, eksploitasi, sampai pada penutupan lahan pasti dibutuhkan peran seorang geodet. Sebagai contoh, di dalam eksplorasi  dibutuhkan data topografi dan volume tambang. Semua itu pekerjaan seorang geodet (didukung oleh disiplin ilmu lainnya). Di dalam eksploitasi, dilakukan pemetaan update cadangan tambang, volume terambil, volume stokpile, dan sebagainya.

Bidang Pertanahan dan Geospasial
Untuk yang lebih suka menjadi PNS, ada tempatnya. Adik-adik bisa masuk di BPN, BIG, PU, dan badan lainnya. Semua itu berhubungan langsung dengan urusan pertanahan dan informasi geospasial.

Bidang Foto Udara
Anda kenal Lidar?Citra?Google Earth? Semua itu hasil kerja fotogrametri. Dan Fotogrametri merupakan salah satu bidang keilmuan geodesi.

Bidang Lainnya
Bidang lainnya adalah bisa masuk di perbankan (auditor), perusahaan konstruksi, konsultan pemetaan, dan bahkan keluar dari ranah geodesi (meneruskan minat dan bakat di luar ranah geodesi). Hal-hal tersebut juga tidak kalah menariknya dengan bidang lain di atas.

Jumat, 15 November 2013

Sistem Referensi Geospasial Indonesia 2013

Sistem referensi merupakan hal yang sangat penting dan utama dalam menentukan posisi baik di permukaan bumi maupun di atas/bawah permukaan bumi. Dalam faktanya, saat ini terdapat sistem referensi baru di Indonesia. Pemutakhiran sistem referensi ini perlu dilakukan mengingat di Indonesia merupakan wilayah dengan aktivitas tektonik yang aktif. Indonesia di keliling oleh lempeng aktif dunia yaitu lempeng Indo-Australia, Pasifik (lempeng teraktif), Eurasia, Filipina. Sistem referensi ini dikenal dengan nama Sistem Referensi Geospasial Indonesia (SRGI) 2013.
Pemutakhiran sistem referensi geospasial merupakan hal yang sangat wajar mengingat perkembangan teknologi penentuan posisi pun sudah semakin teliti. Sistem referensi geospasial global yang menjadi acuan seluruh negara dalam mendefinisikan sistem referensi geospasial di negara masing-masing juga mengalami pemutakhiran dalam kurun waktu hampir setiap 5 tahun atau lebih cepat (Badan Informasi Geospasial).
SRGI 2013 akan mendefinisikan beberapa hal, yaitu :
  1. Sistem Referensi Koordinat yang mendefinisikan titik pusat sumbu koordinat, skala dan orientasinya.
  2. Kerangka Referensi Koordinat, sebagai realisasi dari sistem referensi koordinat berupa Jaring Kontrol Geodesi Nasional
  3. Ellipsoid Referensi yang digunakan
  4. Perubahan nilai koordinat terhadap waktu sebagai akibat dari pengaruh pergerakan lempeng tektonik
  5. Sistem Referensi Tinggi
  6. Garis Pantai nasional yang akurat dan terkini
  7. Sistem dan Layanan berbasis web untuk mengakses SRGI 2013
Sistem dan layanan berbasis web yang akan disediakan oleh BIG terkait SRGI 2013 diantaranya :
  1. Nilai koordinat horisontal, vertikal, gaya berat, serta deskripsi titik kontrol geodesi
  2. Perubahan nilai koordinat terhadap fungsi waktu, sebagai koreksi akibat pengaruh pergerakan lempeng tektonik dan deformasi kerak bumi
  3. Geoid dan konversi sistem  tinggi
  4. Petunjuk penggunaan SRGI 2013 dan berbagai informasi terkait.
  5. Aplikasi maupun perangkat yang memudahkan pengguna untuk menggunakan SRGI 2013
Hal ini bisa dipelajari selanjutnya untuk pemutakhiran sistem referensi di Indonesia. Tentunya dinamika lempeng tektonik dan gejolak inti bumi pun akan memaksa kita sebagai simpatisan geospasial berpikir untuk mengikuti dinamika tersebut. Pergeseran kutub utara bumi pun salah satu fenomena besar yang akan berpengaruh pada sistem referensi global.


Mau dapat duit?

Dapatkan Uang dari Internet

PPC Iklan Blogger Indonesia